RubriKNews.com, LEBONG – Bupati Lebong H. Rosjonsyah, S.Ip, M.Si, memenuhi janjinya untuk memberikan reward jalan-jalan ke Lombok, kepada Kades, Camat dan Kelurahan yang berhasil memenuhi target penagihan terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk tahun 2017. Penyerahan reward ini juga bersamaan dengan piagam penghargaan, dimana diserahkan langsung oleh Bupati kepada 3 Desa, 1 Kelurahan dan 1 Kecamatan yang bertempat di Aula Pemerintah Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.
Diketahui, apresiasi serta penghargaan yang diberikan oleh Bupati ini meliputi beberapa kategori, yakni kategori bintang atau emas tingkat desa atau kelurahan diraih oleh 3 desa dan 1 kelurahan. Kemudian, kategori bintang tingkat kecamatan diraih oleh 3 kecamatan. Lalu, kategori tingkat desa atau kelurahan diraih 75 desa.
Kemudian, kategori perak tingkat desa atau kelurahan diraih 1 desa dan 1 kelurahan. Kategori perunggu tingkat desa /kelurahan diraih 2 desa dan 1 kelurahan. Sedangkan, untuk perusahaan yang taat membayar pajak diberikan kepada 10 perusahaan swasta yang bergeral di berbagai bidang.
Bukan hanya itu saja, kategori bobot nilai realisasi penerimaan tingkat kecamatan yang berhak untuk mendapatkan hadiah TV LCD 32 Inch dan TV LCD 24 Inc diraih oleh 2 kecamatan yakni Kecamatan Lebong Sakti dengan bobot penilaian 74,6 dari target Rp 37.695.120 dengan realisasi penerimaan Rp 35.420.159, dan Kecamatan Pinang Belapis dengan bobot nilai 72 dengan target Rp 22.257.309 dengan realisasi penerimaan Rp 22.257.309.
Selanjutnya, kategori realisasi penerimaan PBB tertinggi tingkat kelurahan diraih oleh Kelurahan Pasar Muara Aman dengan target Rp 20.002.584 dengan realisasi penerimaan Rp 16.054.570, lalu kategori bobot nilai dan realisasi PBB terbaik tingkat desa diraih 8 desa yakni Desa Sukau Kayo, Desa Sukasari, Desa Tambang Sawah, Desa Lemeu, Desa Talang Ratu, Desa Talang Donok, Desa Pagar agung dan Desa Pungguk Pedaro.
Dan, dari kategori bobot nilai dan realisasi penerimaan PBB yang diberi reward tingkat kecamatan, kelurahan dan Kades yang berhak mendapatkan tour ke ke lOmbok diraih 1 kecamatan yakni Kecamatan Amen, Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Lebong Utara, Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti, Desa Nangai Tayau Kecamatan Amen dan Desa Sukau Datang I Kecamatan Pelabai.
Seluruh desa penerima PBB rewards, langsung mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah sesuai kategori langsung oleh Bupati, yang langsung mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruhnya baik dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga tingkat desa atas partisipatif masyarakatnya untuk membayar PBB.
” Sekali lagi, saya ucapkan selamat dan kedepan tingkat kesadaran akan betapa pentingnya PBB senantiasa dapat terjaga,” ujar Bupati.
Ia pun menuturkan, untuk membangun kesadaran dan mengajak masyarakat melunasi tagihan PBB-P2, diakuinya pasti banyak kendala dan alasan yang diterima. Kendati begitu, tentunya ini menjadi tantangan serta pekerjaan rumah bagi petugas pajak, dan kedepan masih perlu kerja sama dan kerja keras semua elemen termasuk para kades, camat dan lurah sehingga target PBB-P2 dapat terealisasi.
” Saya minta, baik kades dan camat yang belum melunasi PBB-P2, dapat terus memotivasi masyarakatnya,” imbuhnya.
Meski demikian, ternyata motivasi yang dibuat oleh Bupati ini, juga ada mendapatkan respon negative dari salah satu desa, seperti yang disampaikan Kepala Desa Sukau Datang Yoles Varolin, sangat menyayangkan atas ketiadaan desanya masuk kedalam kategori penerima PBB tersebut. Padahal, katanya, dalam pencapaian PBB desanya sejak tahun 2016 sampai 2017, selalu patuh dan taat membayar PBB tepat waktu.
” Sangat kita sayangkan akan hal itu, jadi untuk apa selama ini saya bersama perangkat desa terus melakukan penagihan PBB intens kepada masyarakat dalam membayar PBB. Namun, justru tak ada satupun kategori ataupun penghargaan yang kami terima. Jelas, sangat kita sayangkan akan hal itu, yah mungkin kedepan lebih baik tidak kami pungut saja sekalian PBB,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKD Lebong Wuwun Mirza,SE,MT melalui Kabid Pendapatan Rudi Hartono,SE, secara khusus mewakili Bupati meminta maaf atas kelalaian dari pihaknya. Menurutnya, tidak ada unsur kesengajaan namun hanya tidak terpanggil nama desa tersebut.
” Kami mohon maaf tidak ada unsur kesengajaan, untuk bukti fisik piagam dan souvenir sudah kami sediakan. Baik secara kedinasan maupun pribadi saya mohon maaf,” ungkap Rudi.
Laporan : Apri
Editor : Effendy

